Liburan Seru Tiga Sahabat ke Jogja, Untung Bawa Insto Dry Eyes

Liburan kami bertiga ke Jogjakarta ini sudah jauh-jauh hari direncanakan. Awalnya ada satu lagi sahabat yang tinggal di Batam juga mau ikut, namun karena ada sesuatu hal akhirnya cancel. Duh sedih banget karena tiket pesawat pp, booking hotel, sewa mobil semua sudah dibayar lunas.

Tapi apapun yang terjadi liburan harus tetap berjalan. Sisa kami tiga sahabat yang tinggal di kota berbeda ini ingin meluangkan waktu bersama. Setelah berkali-kali hanya wacana di grup WhatsApp, akhirnya kami sepakat bertemu di Jogja dan menikmati liburan bersama.

Perjalanan kali ini cukup panjang. Saya berangkat dari Madiun menuju Jogja, sementara dua sahabat lainnya melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Jogja. Walaupun rute dan titik keberangkatan kami berbeda, tujuan akhirnya sama: Jogjakarta!

Kami sudah membayangkan serunya jalan-jalan, kulineran, foto-foto, ngobrol sampai lupa waktu, dan tentu saja menikmati berbagai destinasi wisata yang sudah masuk dalam daftar perjalanan.

Namun, ternyata ada satu hal kecil yang hampir mengganggu keseruan liburan kami, yaitu Gejala Mata Kering. Maklum dua minggu sebelumnya Saya juga sedang eksplore wisata di Madiun. Pergi ke wisata air terjun Grojokan Sewu, Gunung Lawu, Candi Cetho, hingga ke perkebunan Teh Jamus memang cukup melelahkan.

Perjalanan Panjang, Mata Mulai Terasa Tidak Nyaman

Perjalanan dari Madiun menuju Jogja sebenarnya tidak terlalu jauh dibandingkan perjalanan dari Jakarta. Namun, kondisi jalan, debu, panas, dan perjalanan yang cukup lama membuat mata mulai terasa kurang nyaman.

Saat kendaraan melaju melewati jalan yang cukup berdebu, sesekali debu beterbangan dan membuat kami spontan memicingkan mata. Awalnya kami menganggap biasa saja.

“Mataku kok terasa sepet, ya?” tanyaku sama kak Fitri

Pertanyaan sederhana itu langsung disambut oleh dua sahabat lainnya yang ternyata merasakan hal serupa.

“Punyaku juga. Kayaknya karena perjalanan panjang dan kena debu.” sahut kak Inna

Semakin lama, mata terasa SEpet, PErih, dan LElah. Inilah yang kemudian kami sebut sebagai gejala mata SePeLe. Tanpa pikir panjang kami mampir ke minimart terdekat dan membeli INSTO DRY EYES

Mata memang sering menjadi bagian tubuh yang luput dari perhatian ketika sedang bepergian. Padahal, mata adalah salah satu indera yang berperan penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari.

Nyatanya, 4 dari 10 orang pernah mengalami mata kering, namun 50% di antaranya tidak menyadari kondisi mata kering tersebut. Gejala mata kering yang paling sering dirasakan, seperti mata SEpet, PErih, LElah, atau SePeLe, sering kali dianggap sepele.

Padahal, kalau dibiarkan, rasa tidak nyaman tersebut bisa membuat aktivitas yang seharusnya menyenangkan menjadi kurang maksimal.

Kami pun belajar satu hal dari perjalanan ini: Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein!

HeHa Sky View, Menikmati Jogja dari Ketinggian

Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah HeHa Sky View. Tempat ini menjadi salah satu tujuan yang sudah kami nantikan karena ingin menikmati pemandangan Jogja dari ketinggian.

Begitu sampai, suasananya langsung membuat kami kembali bersemangat. Banyak spot foto menarik yang membuat kami tidak berhenti mengabadikan momen.

Kami bertiga sibuk bergantian menjadi fotografer dadakan.

“Eh, fotoin aku di sini!”

“Sekarang gantian aku!”

“Jangan sampai langitnya kepotong!”

Kami tertawa sepanjang sesi foto.

Namun, di sela-sela keseruan tersebut, saya kembali merasakan mata sedikit sepet dan lelah. Apalagi setelah perjalanan panjang, mata harus terus bekerja melihat jalan, layar ponsel, kamera, dan berbagai objek di sekitar.

Untungnya, sebelum berangkat kami sudah menyiapkan perlengkapan perjalanan dengan cukup lengkap. Salah satunya adalah Insto Dry Eyes.

Kami menemukan Insto Dry Eyes sebagai salah satu perlengkapan yang praktis dibawa ketika bepergian. Saat gejala mata kering mulai terasa, kami memilih beristirahat sejenak, mengurangi aktivitas melihat layar dan menggunakan Insto Dry Eyes sesuai petunjuk pada kemasannya.

Setelah itu, kami bisa kembali menikmati perjalanan dengan lebih nyaman.

Bumi Merapi, Serunya Menjelajah Suasana Alam

Perjalanan kemudian berlanjut ke kawasan Bumi Merapi. Suasananya berbeda dengan HeHa Sky View. Kalau sebelumnya kami menikmati pemandangan dari ketinggian, di sini kami lebih banyak menjelajah area dengan nuansa alam dan berbagai spot menarik.

Kami berjalan santai, berfoto, dan tentu saja tidak melewatkan kesempatan untuk membuat video kenang-kenangan.

Tetapi perjalanan outdoor juga membuat kami semakin sadar bahwa mata perlu mendapatkan perhatian.

Debu dari jalan, udara panas, angin, serta aktivitas di luar ruangan bisa membuat mata terasa semakin tidak nyaman. Ditambah lagi, kami bertiga masih suka bermain ponsel untuk mengecek hasil foto dan mengunggah beberapa story.

“Kayaknya mata jangan dipaksa terus deh,” ujar salah satu dari kami.

Akhirnya kami memilih duduk sebentar, minum air putih, mengistirahatkan mata dari layar ponsel, dan membiarkan mata beristirahat.

Kami juga membawa Insto Dry Eyes sebagai bagian dari persiapan perjalanan.

Dari pengalaman ini, kami belajar bahwa menjaga kenyamanan mata bukan hanya ketika mata sudah terasa sangat tidak nyaman. Justru ketika mulai muncul tanda-tanda seperti SEpet, PErih, dan LElah, sebaiknya jangan langsung dianggap sepele.

Studio Alam Gamplong, Berasa Masuk Dunia Film

Destinasi berikutnya yang tidak kalah seru adalah Studio Alam Gamplong.

Begitu memasuki kawasan ini, suasananya terasa berbeda. Berbagai bangunan dan properti dibuat sedemikian rupa sehingga pengunjung bisa merasakan atmosfer seperti berada di lokasi syuting film.

Kami bertiga tentu saja langsung berubah menjadi model dadakan.

Ada saja pose yang ingin dicoba. Mulai dari foto bertiga, foto sendiri-sendiri, sampai membuat video pendek untuk media sosial.

Namun, setelah beberapa jam beraktivitas, mata kembali terasa sepet dan lelah.

Saat itulah kami semakin sadar bahwa perjalanan wisata ternyata bukan hanya membutuhkan stamina tubuh, tetapi juga perhatian terhadap kesehatan mata.

Apalagi bagi kami yang tidak bisa lepas dari kamera dan smartphone. Mau liburan, pasti ingin mengabadikan setiap momen.

Kami kemudian beristirahat sejenak dan mengurangi penggunaan ponsel. Kami juga kembali menggunakan Insto Dry Eyes sesuai petunjuk penggunaannya.

Bagi kami, membawa tetes mata saat bepergian menjadi salah satu bentuk persiapan sederhana. Barangnya kecil, mudah dibawa, tetapi bisa sangat berguna ketika muncul gejala mata kering.

Malam Hari di Malioboro, Penutup yang Paling Dinantikan

Kalau ke Jogja rasanya belum lengkap tanpa mampir ke Malioboro.

Malam itu kami berjalan santai menyusuri kawasan Malioboro. Lampu kota, suasana ramai, pedagang, wisatawan, kuliner, dan berbagai aktivitas membuat malam terakhir kami terasa istimewa.

Kami membeli beberapa oleh-oleh, mencoba jajanan, dan tentunya kembali mengambil banyak foto.

Setelah seharian beraktivitas, mata memang mulai terasa lelah. Namun kali ini kami tidak ingin membiarkan rasa sepet dan perih mengganggu momen terakhir liburan.

Kami berhenti sebentar untuk beristirahat, mengurangi penggunaan ponsel, dan memberikan waktu bagi mata untuk rileks.

Untung saja kami sudah membawa Insto Dry Eyes.

Dari perjalanan Madiun–Jogja maupun Jakarta–Jogja, kami akhirnya mendapatkan pengalaman yang cukup berharga. Ternyata hal kecil seperti mata sepet, perih, atau lelah bisa memengaruhi mood dan kenyamanan ketika sedang menikmati momen yang sudah lama dinantikan.

Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein!

Mata adalah bagian tubuh yang sangat penting. Tanpa mata yang nyaman, aktivitas sederhana seperti menikmati pemandangan, mengambil foto, membaca informasi perjalanan, hingga berjalan-jalan bisa terasa terganggu.

Karena itu, ketika mulai muncul Gejala Mata Kering, jangan buru-buru menganggapnya sebagai sesuatu yang sepele.

Bagi kami, pengalaman liburan ke Jogja bersama tiga sahabat menjadi pengingat bahwa Mata Kering Jangan Disepelein.

Ada beberapa hal sederhana yang bisa kami lakukan untuk membantu menjaga kenyamanan mata selama perjalanan:

  1. Istirahatkan mata secara berkala, terutama setelah perjalanan panjang atau terlalu lama melihat layar.

  2. Kurangi menatap smartphone terus-menerus, terutama ketika mata mulai terasa lelah.

  3. Gunakan kacamata atau pelindung mata ketika berada di area yang berdebu atau berangin.

  4. Cukupi kebutuhan cairan tubuh selama perjalanan.

  5. Bawa perlengkapan pribadi yang dibutuhkan, termasuk tetes mata seperti Insto Dry Eyes.

  6. Jika mengalami gejala yang menetap atau semakin berat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Buat kami, perjalanan ke Jogja bukan hanya meninggalkan foto-foto indah di galeri. Ada juga pelajaran penting yang kami bawa pulang: jangan menunggu mata terasa sangat tidak nyaman baru mulai memperhatikannya.

Liburan Tetap Seru, Mata Tetap Nyaman

HeHa Sky View, Bumi Merapi, Studio Alam Gamplong, hingga Malioboro akhirnya berhasil kami kunjungi bersama. Empat tempat dengan suasana berbeda, tetapi semuanya memberikan cerita yang tidak akan mudah dilupakan.

Perjalanan panjang dari Madiun dan Jakarta menuju Jogja, jalanan berdebu, aktivitas outdoor, sampai kebiasaan menatap layar ternyata bisa membuat mata mengalami gejala SEpet, PErih, dan LElah. Untung kami sudah lebih siap dengan #InstoDryEyes hingga kami#BebasMataKering jadi beneran ya, urusan  #MataSePeLeJanganSepelein

Kini kami semakin paham bahwa gejala yang terlihat SePeLe sekalipun tetap perlu diperhatikan. Karena kalau mata nyaman, jalan-jalan pun terasa lebih menyenangkan.

Jadi, buat kamu yang sering mengalami mata SEpet, PErih, atau LElah saat bepergian, jangan abaikan begitu saja.

Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein!

Karena momen bersama sahabat terlalu berharga kalau sampai terganggu hanya karena kita mengabaikan kenyamanan mata. Yuk, lebih peduli pada kesehatan mata dan jangan lupa siapkan perlengkapannya sebelum berangkat liburan.

Liburan boleh panjang, itinerary boleh padat, tapi kenyamanan mata tetap harus menjadi prioritas.

 

Tinggalkan komentar