lifestyle

Membalas Budi dengan Cinta

 

Dear Besty, untuk menjadi orang baik itu mudah. Yang perlu kamu lakukan hanyalah membalas segala kebaikan dengan kebaikan yang lain. Yang pastinya kalaupun tidak bisa sepadan harusnya lebih banyak balas budinya. Jangan sampai kejadian membalas budi dengan air tuba ya. Suatu kebaikan dibalas dengan kejahatan, tak elok rasanya.

Be a Blogger, satu kebaikan yang harus kubalas dengan 1000 kebaikan.

Saat menuliskan challenge ODOP kali ini aku mengingat seseorang yang dengan baik hatinya mengingatkan aku untuk kembali menekuni dunia tulis menulis. Seseorang yang saat ini bahkan dengan segala kesibukannya tak sempat lagi ngeblog tapi sempat-sempatnya menegurku. Kadang sesuatu yang baik itu enak buat diucapkan tapi tidak untuk dilakukan kan? wkwkkw

“Coba Ngeblog lagi, daripada hari-harimu hanya update Drakor terus”

Aku nyengir, kebucinanku pada drama memang sudah mulai akut. Nggak tahu saja dia selain drama Korea, aku juga penggemar drama China, Jepang dan Thailand. Untung saja aku sudah insyaf nonton sinetron yang episodenya super panjang dan kadang-kadang nggak ada logika itu.

Aku mengiyakan untuk ngeblog lagi. Mungkin menjadi hal yang baik mengingat kembali untuk menekuni dunia tulis menulis aku sangsi dengan kemampuanku sendiri. Bertahun-tahun lalu saja draft novelku hanya ada di sudut folder laptop yang berakhir laptopnya dibawa kabur maling sehingga aku menjadi putus asa untuk menekuni dunia menulis lagi.

Tapi menjadi seorang Blogger sepertinya menggoda juga.

Eh maksudnya menggoda bagaimana? Please, jangan bayangkan dengan cuan ya. Saat itu aku belum kekurangan uang jajan. Jadi menjadi blogger buat menambah uang jajan nggak ada dalam kamusku. Padahal aslinya aku juga nggak tahu sih kalau menjadi seorang blogger bisa menjadi jalan ninja untuk mendapatkan cuan tambahan.

Yang aku tahu di blog aku bisa menulis yang baik-baik. Jadi dari tulisan baik tersebut kalau dibaca orang menjadi manfaat sehingga aku dapat transferan pahala. Ya, sebenarnya murni karena hal itu saja. Sementara cuannya ya di dapat kalau ikut lomba blog saja begitu pikirku.

Be Blogger Wannabe… Thanks Honey.

“Gimana? jadi ngeblognya?” tanyanya suatu pagi sembari sarapan pagi di Nam Min tempat makan favorite di hari minggu.

“Jadi, tapi mahal nih.” Jawabku rada sungkan. Entahlah padahal beli perhiasan seharga jutaan rupiah saja aku nggak ada sungkan-sungkannya. Tapi ini membeli domain dan jasa desain blog kog awang-awangen.

“Ya nggak papa asal kamu senang saja” bilangnya sambil memegang pundakku. Satu kekuatan yang entah mengapa membuatku begitu yakin ingin memiliki blog dengan domain sendiri.

“ Lima ratusan ribu ayank pertahunnya, yakin mau aku ngeblog?”

“Tapi tahun berikutnya hanya seratus lima puluh ribu kan?”

“Eh iya sih kalau pakai blogspot, kalau wordpress bisa 3 kali lipatnya kan? Tapi nggak papa buat pemula sepertiku sudah cukup rasanya”

Dan setelah itu aku menjadi seorang blogger. Dengan domain pribadi www.aisyahdian.com . MasyaAllah, bersyukur banget rasanya memiliki suami, partner hidup terbaik yang membawa 1001 kebaikan dalam hidupku.

Menjadi Blogger sampai detik ini rasanya tak percaya.  Terlebih mendapatkan begitu banyak privillage yang nggak semua orang dapat mendapatkannya. Andai saja dulu aku tidak ditegur, diberi nasehat serta diberi izin untuk menjadi seorang blogger mungkin semua itu masih dalam angan-angan saja.

Untuk membalas semua kebaikan partner hidupku tersebut aku biasanya mentraktir makan malam apabila cair invoice menulis artikel. Sesekali membelikan buku yang menjadi wish listnya ataupun membantu check out beberapa hobbynya seperti alat pancingan ataupun jersey olah raga. Tapi selain itu yang utama aku membalas budinya dengan cinta yang tulus dong hehehe.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.